Sabtu, 28 Januari 2017

peran koperasi sebagai penggerak ekonomi rakyat - tugas 2 ekonomi koperasi - Softskill

Amer Azzizu Rahman
10214956
3ea43



PERAN KOPERASI SEBAGAI PENGGERAK EKONOMI RAKYAT


Koperasi
            
Kata Koperasi berasal dari bahasa inggris yaitu “Cooperation” yang artinya usaha bersama. Secara Umum, Koperasi adalah kumpulan individu atau badan usaha yang menjalankan kegiatan usaha dengan asas kekeluargaan dan bertujuan untuk mensejahterakan anggotanya. Sedangkan Secara Resmi, Definisi Koperasi menurut Undang Undang No. 25 tahun 1992, Koperasi adalah Badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum, koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.

SEJARAH KOPERASI
Sejarah Lahirnya Koperasi
            Koperasi modern yang berkembang dewasa ini lahir pertama kali di Inggris, yaitu di Kota Rochdale pada tahun 1844. Koperasi timbul pada masa perkembangan kapitalisme sebagai akibat revolusi industri. Pada awalnya, Koperasi Rochdale berdiri dengan usaha penyediaan barang-barang konsumsi untuk keperluan sehari-hari. Akan tetapi seiring dengan terjadinya pemupukan modal koperasi, koperasi mulai merintis untuk memproduksi sendiri barang yang akan dijual.
            Kegiatan ini menimbulkan kesempatan kerja bagi anggota yang belum bekerja dan menambah pendapatan bagi mereka yang sudah bekerja. Pada tahun 1851, koperasi tersebut akhirnya dapat mendirikan sebuah pabrik dan mendirikan perumahan bagi anggota-anggotanya yang belum mempunyai rumah.
            Perkembangan koperasi di Rochdale sangat memengaruhi perkembangan gerakan koperasi di Inggris maupun di luar Inggris. Pada tahun 1852, jumlah koperasi di Inggris sudah mencapai 100 unit. Pada tahun 1862, dibentuklah Pusat Koperasi Pembelian dengan nama The Cooperative Whole Sale Society (CWS). Pada tahun 1945, CWS berhasil mempunyai lebih kurang 200 pabrik dengan 9.000 orang pekerja. Melihat perkembangan usaha koperasi baik di sektor produksi maupun di sektor perdagangan, pimpinan CWS kemudian membuka perwakilan-perwakilan di luar negeri seperti New York, Kepenhagen, Hamburg, dan lain-lain.
            Pada tahun 1876, koperasi ini telah melakukan ekspansi usaha di bidang transportasi, perbankan, dan asuransi. Pada tahun 1870, koperasi tersebut juga membuka usaha di bidang penerbitan, berupa surat kabar yang terbit dengan nama Cooperative News.


PRINSIP – PRINSIP KOPERASI
 Menurut Pasal 5 Undang Undang No.25 1992, Prinsip Koperasi adalah sebagai berikut :
1.      Keanggotaan bersifat Sukarela dan terbuka
2.      Pengelolaan bersifat Demokratis
3.      Pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) secara adil, sebanding dengan besar jasa usaha setiap anggota
4.      Pemberian Balas Jasa Terbatas pada modal
5.      Kemandirian
6.      Pendidikan dan Pelatihan Pengkoperasian
7.      Kerjasama Antarkoperasi
8.      Kepedulian terhadap masyarakat

FUNGSI DAN TUJUAN KOPERASI
Fungsi koperasi adalah sebagai berikut :
1.      Sebagai Pusat Penting Perekonomian Indonesia
2.      Sebagai Upaya Mendemokrasikan Sosial Ekonomi Indonesia
3.      Meningkatkan Kesejahteraan anggota dan Masyarakat
4.      Ikut Membangun Tatanan perekonomian nasional untuk mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan Makmur dengan berlandaskan dasar hukum negara.
Koperasi diharapkan mampu Mencapai Tujuannya yaitu sebagai berikut (dalam pasal 4 UU N. 25 tahun 1992) :
-          Membangun dan mengembangkan potensi atau kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.
-          Berperan serta aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
-          Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai gurunya.
-          Berusaha mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan asas keluarga dan demokrasi ekonomi.

MODAL KOPERASI
            Dalam membahas suatu badan usaha, kita harus membahas pula pendapatan dari badan usaha tersebut. Nah Modal koperasi merupakan Pemasukkan sumber daya Koperasi baik dari dalam maupun dari luar. Modal Koperasi dibagi kedalam tiga kelompok Utama, yaitu :
1.      Modal Sendiri
Modal sendiri merupakan pemasukkan yang berasal dari anggota atau kegiatan dari koperasi itu sendiri sesuai dengan ketentuan koperasi. Modal Sendiri meliputi:
-          Simpanan Pokok, yaitu dana yang harus dibayarkan setiap anggota saat masuk menjadi anggota. Jumlah uang yang harus dibayarkan setiap anggota sama, tidak ada perbedaan. Selama pihak yang bersangkutan masih menjadi anggota, maka simpanan pokok tidak bisa diambil kembali.
-          Simpanan Wajib, yaitu dana yang harus dibayarkan anggota koperasi dalam waktu tertentu. Jumlahnya tidak harus sama setiap anggota, mungkin setiap pihak yang bersangkutan harus membayar jumlah yang berbeda sesuai aturan. Simpanan wajib tidak dapat diambil kembali selama yang bersangkutan masih menjadi anggota.
-          Dana Cadangan, yaitu sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan Sisa Hasil Usaha (SHU). Dana Cadangan terus disimpan dan digunakan untuk menumpuk modal atau mengganti kerugian koperasi apabila diperlukan.
-          Hibah, yaitu pemasukkan yang berasal dari sumbangan pihak tertentu dalam upaya pengembangan koperasi. Hibah tidak dapat dibagikan kepada anggota selama koperasi tersebut belum dibubarkan.
2.      Modal penyertaan
3.      Modal pinjaman

Berdasarkan Fungsinya :
1.      Koperasi Konsumsi, merupakan koperasi yang didirikan dengan tujuan utama untuk memenuhi kebutuhan hidup anggotanya. Dalam koperasi ini Anggota merupakan konsumen akhir. Barang yang dijual di koperasi konsumsi harus lebih murah dari tempat lain karena tujuan utama koperasi adalah untuk mensejahterakan anggotanya.
2.      Koperasi Jasa, merupakan koperasi yang memiliki fungsi untuk memberikan jasa atau pelayanan kepada para anggota khususnya dan masyarakat sekitar pada umumnya. Contoh Koperasi jenis ini adalah koperasi simpan pinjam yang menyediakan jasa penyimpanan dan peminjaman uang, tentunya dengan bunga yang lebih rendah daripada tempat lain.
3.      Koperasi Produksi, merupakan koperasi yang kegiatannya menjual barang hasil produksi dari anggotanya. Artinya anggota dari koperasi produksi merupakan produsen yang menghasilkan suatu barang. Peran dari Koperasi tersebut adalah untuk menjual dan menyebarluaskan barang hasil produksi dari anggotanya agar tujuan koperasi untuk mensejahterakan anggota tercapai.

KONSEP KOPERASI
Konsep koperasi itu terdiri dari 3 konsep yaitu, konsep koperasi barat, konsep koperasi sosialis, dan konsep koperasi negara berkembang. Berikut ini adalah penjelasan tentang masing-masing konsep tersebut.
1.      Konsep Koperasi Barat
Konsep koperasi barat menyatakan bahwa koperasi merupakan organisasi swasta, yang dibentuk secara sukarela oleh orang-orang yang mempunyai persamaan kepentingan, dengan maksud mengurusi kepentingan para anggotanya serta menciptakan keuntungan timbal balik bagi anggota koperasi maupun perusahaan koperasi.
Persamaan kepentingan tersebut berasal dari perorangan atau kelompok. Kepentingan bersama suatu kelompok keluarga atau kelompok kerabat dapat diarahkan untuk membentuk atau masuk menjadi anggota koperasi.
2.      Konsep Koperasi Sosialis
Konsep koperasi sosialis menyatakan bahwa koperasi direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah, dan di bentuk dengan tujuan merasionalkan produksi, untuk menunjang perencanaan nasional.
3.      Konsep Koperasi Negara Berkembang
Konsep koperasi Negara berkembang ialah konsep koperasi yang sudah berkembang dan memiliki ciri tersendiri, dengan adanya campur tangan pemerintah dalam pembinaan dan pengembangannya. Adanya campur tangan pemerintah dalam pembinaan dan pengembangan koperasi di Indonesia membuatnya mirip dengan konsep sosialis. Perbedaanya, tujuan koperasi dalam konsep sosialis adalah untuk merasionalkan faktor produksi dari kepemilikan kolektif, sedangkan koperasi di Negara berkembang seperti di Indonesia, tujuanya adalah meningkatkan kondisi sosial ekonomi anggotanya.

ALIRAN KOPERASI
Di dalam suatu koperasi terdapat berbagai macam aliran koperasi. Aliran koperasi tersebut terbagi menjadi 3 macam yaitu:
1.      Aliran Yardstick
Didalam aliran ini pemerintah tidak ikut campur tangan dalam kegiatan koperasi. Aliran ini pada umumnya dapat dijumpai di negara-negara yang beridiologi kapitalis atau yang menganut sistem perekonomian liberal. Menurut aliran ini, koperasi menjadi kekuatan untuk mengimbangi, menetralisir, dan mengoreksi berbagai masalah yang ditimbulkan sistem kapitalisme. Hubungan pemerintah dalam aliran ini bersifat netral. Pemerintah tidak melakukan campur tangan terhadap jatuh bangunnya koperasi di tengah-tengah masyarakat, maju tidaknya koperasi terletak di tangan anggota koperasi sendiri. Aliran ini mempunyai pengaruh sangat kuat, terutama dinegara-negara barat dimana industri berkembang dengan pesat. Seperti di AS, Perancis, Swedia, Denmark, Jerman, Belanda, dll.
2.      Aliran Sosialis
Berbanding terbalik dengan Aliran Yardstick, di Aliran Sosialis ini pemerintah ikut campur tangan dalam kegiatan koperasi. Campur tangan pemerintah ini menyebabkan hilangnya otonomi koperasi. Menurut aliran sosialis, koperasi dipandang sebagai alat yang paling efektif dan efisien untuk mensejahterakan masyarakat. Selain itu juga sebagai alat menyatukan rakyat dengan organisasi koperasi. Aliran ini dapat dijumpai di Negara Eropa Timur dan rusia.
3.      Aliran Persemakmuran(Commonwealth)
Aliran persemakmuran ini sebagai wadah ekonomi rakyat berkedudukan strategis dan memegang peran utama dalam struktur perekonomian masyarakat. Hubungan pemerintah dangan koperasi bersifat “Kemitraan (Partnership)”, dimana pemerintah bertanggung jawab dan berupaya agar iklim pertumbuhan koperasi tercipta dengan baik. Maka sistem aliran ini sebagai alat yang paling efektif dalam meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat.

Pengertian Ekonomi Rakyat dan Ekonomi Kerakyatan
            
Guru Besar Fakultas Ekonomi UGM Mubyarto, menjelaskan bahwa Ekonomi Rakyat adalah kancah kegiatan ekonomi orang kecil (wong cilik), yang karena merupakan kegiatan keluarga, tidak merupakan usaha formal berbadan hukum, tidak secara resmi diakui sebagai sektor ekonomi yang berperanan penting dalam perekonomian nasional. Dalam literatur ekonomi pembangunan ia disebut sektor informal, “underground economy“, atau “ekstralegal sector“.
            Ekonomi kerakyatan menunjuk pada sila ke-4 Pancasila, yang menekankan pada sifat demokratis sistem ekonomi Indonesia. Dalam demokrasi ekonomi Indonesia, produksi tidak hanya dikerjakan oleh sebagian warga tetapi oleh semua warga masyarakat, dan hasilnya dibagikan kepada semua anggota masyarakat secara adil dan merata (penjelasan pasal 33 UUD 1945).
            Ekonomi rakyat memegang kunci kemajuan ekonomi nasional di masa depan, dan sistem ekonomi Pancasila merupakan aturan main bagi semua perilaku ekonomi di semua bidang kegiatan ekonomi.
            Menurut San Afri Awang, Kepala Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM, pengertian ekonomi kerakyatan adalah tata laksana ekonomi yang bersifat kerakyatan yaitu penyelenggaraan ekonomi yang memberi dampak kepada kesejahteraan rakyat kecil dan kemajuan ekonomi rakyat yaitu keseluruhan aktivitas perekonomian yang dilakukan oleh rakyat kecil.
Ciri-ciri sistem ekonomi kerakyatan
Sistem ekonomi kerakyatan mempunyai ciri-ciri berikut ini.

a. Bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan dengan prinsip persaingan yang sehat.

b. Memerhatikan pertumbuhan ekonomi, nilai keadilan, kepentingan sosial, dan kualitas hidup.

c. Mampu mewujudkan pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

d. Menjamin kesempatan yang sama dalam berusaha dan bekerja.

e. Adanya perlindungan hak-hak konsumen dan perlakuan yangadil bagi seluruh rakyat.


Peranan Koperasi dalam Perekonomian Indonesia
                
Pembangunan koperasi mengalami kemajuan yang cukup mengembirakan jika diukur dengan jumlah koperasi, jumlah anggota, aktiva dan volume usaha.
Pada masa sekarang secara umum koperasi mengalami perkembangan usaha dan kelembagaan yang mengairahkan. Namun demikian, koperasi masih memiliki berbagai kendala untuk pengembangannya sebagai badan usaha. Hal ini perlu memperoleh perhatian dalam pembangunan usaha koperasi pada masa mendatang.
Peran koperasi dalam perekonomian Indonesia paling tidak dapat dilihat dari:
-          Kedudukannya sebagai pemain utama dalam kegiatan ekonomi di berbagai sektor
-          Penyedia lapangan kerja yang terbesar
-          Pemain penting dalam pengembangan kegiatan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat
-          Pencipta pasar baru dan sumber inovasi
-          Sumbangannya dalam menjaga neraca pembayaran melalui kegiatan ekspor.

 Dengan demikian dapat dikatakan bahwa peran koperasi antara lain :
  1. Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khusunya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.
  2. Berperan serta aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
  3. Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional.
  4. Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

            Contoh yang dilakukan oleh Koperasi Pemuda Indonesia (Kopindo) dalam melibatkan pemuda bisa menjadi inspirasi pengelolaan koperasi di Indonesia. Koperasi Pemuda Indonesia (Kopindo) merupakan kelompok koperasi gabungan yang berdiri sejak 1982. Koperasi ini digerakkan oleh pemuda-pemuda yang peduli terhadap perkembangan koperasi, terutama dikalangan mahasiswa. Sebagai induk koperasi pemuda Indonesia, Kopindo tidak hanya membawahi berbagai koperasi pemuda di Indonesia, namun juga mengelola dan membina berbagai UKM dari masyarakat umum. Hingga kini ada 25 UKM di seluruh Indonesia yang menjadi binaan Kopindo. Berbagai produk-produk seperti makanan, garmen, kerajinan tangan, dan aksesoris dihasilkan oleh UKM-UKM hasil binaan dari berbagai koperasi pemuda anggota Kopindo. Kopindo bergerak dalam berbagai bidang usaha yang terus berkembang. Usaha di bidang media seperti penerbitan buku, jurnal, majalah, berkembang dengan adanya periklanan dan event organizer. Di bidang wisata dikembangkan dalam paket usaha umroh, haji plus, tiket, dan pariwisata. Perkembangan Kopindo bisa menjadi contoh model pengembangan koperasi yang mampu mengantisipasi perkembangan jaman. Keterlibatan pemuda yang reaktif, visioner dan mampu membaca perubahan jaman, membuat laju koperasi selalu dinamis. Untuk bisa menggandeng pemuda dalam kepengurusan koperasi membutuhkan dukungan dan daya tarik dari koperasi. Para pemuda bisa jadi lebih memilih berkarir di perusahaan besar karena melihat potensi koperasi yang tidak menjanjikan. Karena itu perlu dukungan dari pemerintah, dunia usaha, pendidikan dan insentif khusus seperti permodalan agar pemuda mau terlibat dalam kepengurusan koperasi. Perubahan pola pikir dari keinginan untuk menjadi pegawai menjadi mental wirausaha harus senantiasa ditumbuhkan. Motivasi untuk merubah tantangan dan kelemahan yang ada di koperasi menjadi peluang yang menjanjikan harus senantiasa disampaikan kepada para pemuda. Untuk itu membutuhkan keterlibatan sekolah, karang taruna dan perguruan tinggi dalam membentuk karakter pemuda yang bermental wirausaha, tangguh dan berorientasi memajukan perekonomian rakyat. Di beberapa perguruan tinggi, mata kuliah wirausaha diajarkan kepada mahasiswa. Pada kenyataannya banyak materi perkuliahan yang hanya bersifat teori berwirausaha. Muatan motivasi dan dorongan untuk membuka usaha masih minim. Untuk mengelola koperasi dibutuhkan pemuda yang memiliki mental tangguh dan visi ekonomi kerakyatan memadai. Pola pikir ini perlu ditanamkan sejak dini melalui pendidikan dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi.

sumbernya :

Senin, 31 Oktober 2016

Peran Koperasi Sebagai Penggerak Ekonomi Rakyat - Tugas 1 Ekonomi Koperasi - softtskill

PERAN KOPERASI SEBAGAI PENGGERAK EKONOMI RAKYAT ( TUGAS EKONOMI KOPERASI)

PERAN KOPERASI SEBAGAI PENGGERAK EKONOMI RAKYAT





TUGAS EKONOMI KOPERASI
AMER AZZIZU RAHMAN
10214956
3EA43




UNIVERSITAS GUNADARMA
2016






LATAR BELAKANG

Pada era globalisasi dan persaingan bebas, komitmen pemerintah benar-benar diuji yaitu sejauh mana komitmen pemerintah terhadap pelaksanaan sila ke-lima Pancasila dan masyarakatnya. Selain memberikan manfaat, globalisasi sekaligus mendatangkan mudarat. Nasib masyarakat dan bangsa Indonesia diserahkan pada mekanisme pasar. Kapitalisme baru secara diam-diam telah merasuk jauh ke dalam wilayah kedaulatan politik, ekonomi dan kebudayaan kita. Maka bukan hal yang mengherankan apabila para pelaku bisnis dan masyarakat umumnya menuding globalisasi, persaingan bebas dan sistem perekonomian yang kapitalistis sebagai penyebab hancurnya sendi-sendi ekonomi dan kedaulatan negara dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Bahkan dalam banyak hal semakin menjauh dari apa yang dicita-citakan para pendiri bangsa. Ada kecenderungan pemerintah menyerahkan pada mekanisme pasar tanpa melihat kesiapan di dalam negeri. Hasilnya, kita hanya menjadi pasar bagi pihak asing. Jelas kondisi ini menghantarkan Indonesia ke posisi yang buruk dan semakin lebih buruk lagi. Ditambah ketergantungan dan jumlah utang luar negeri yang semakin besar membuat kita tidak berkutik ketika berhadapan dengan tekanan pihak asing. Negara semakin tidak mampu lagi menentukan nasib negaranya termasuk membuat kebijakan yang sesuai dengan kepentingan rakyatnya.Sejarah mencatat bahwa beberapa kali Indonesia mengalami masa-masa jatuh bangun.Pemahaman akan sistem ekonomi Indonesia bahkan mengalami suatu pendangkalan saat sistem komunisme Uni Soviet dan Eropa Timur dinyatakan runtuh. Kemudian  dapat disimpulkan bahwa sistem kapitalisme telah memenangkan secara total persaingannya. Dengan demikian, dari persepsi  seserhana semacam ini,  Indonesia pun  dianggap perlu  berkiblat kepada kapitalisme Barat dengan sistem pasar bebasnya dan meninggalkan saja sistem ekonomi Indonesia.
Ada kemajuan dalam beberapa bidang namun keterpurukan lebih banyak lagi. Dalam sistem perekonomian global bagi suatu negara yang ada hanya tersedia pilihan ikut atau ditinggalkan. Sulit bagi Indonesia untuk menghindarinya, hal yang perlu dilakukan Indonesia adalah agar tidak terlibas di tengah jalan menjadi negara gagal, maka perbaikan secara menyeluruh dan tuntas terhadap masalah di dalam negeri. Pembangunan haruslah demi kemakmuran rakyat , tidak boleh menjadi proses kapitalis. Dalam kegiatan ekonomi yang paling berparan adalah sumber daya ekonomi yang menjadi factor utama baik sebagai sumber modal maupun pelaku ekonomi yang harus aktif untuk memajukan perekonomian dana kesejahteraan masyarakat.

RUMUSAN MASALAH

Keterpurukan perekonomian lokal yang tersedia untuk memproduksi barang dan jasa yang dibutuhkan karena persaingan pasar bebas sistem kapitalisme dengan produk impor dan ketergantungan terhadap pihak asing serta kurang tertampungnya usaha-usaha yang belum mampu menembus mekanisme pasar pada era globalisasi.


LANDASAN TEORI

Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan. Koperasi diharapkan dapat mengembangkan potensi ekonomi rakyat dan mewujudkan demokrasi ekonomi yang sesuai dengan yang diamanatkan dalam UUD 1945. 

Nilai-nilai Koperasi dapat dibedakan antara nilai-nilai etis dengan nilai-nilai fundamental.

  1. Nilai etis Koperasi bertitik-tolak pada nilai-nilai yang diperkenalkan oleh para perintis koperasi, yaitu kejujuran dan keterbukaan. 
  2. Nilai fundamental koperasi lebih bersifat universal, artinya berawal dari semangat untuk memperbaiki nasib penghidupan sendiri berdasarkan prinsip tolong-menolong. Nilai-nilai fundamental ini antara lain menolong diri sendiri (self-help), tanggung jawab sendiri (self-responsibility), demokrasi (democracy), persamaan (equality), keadilan (equity), dan solidaritas (solidarity).

Prinsip-prinsip Koperasi menurut UU No.25 Tahun 1992 dan yang berlaku pada saat ini di indonesia adalah sebagai berikut:

  1. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka 
  2. Pengelolaan dilakulan secara demokratis 
  3. Pembagian SHU di lakukan secara adil sesuai dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota 
  4. Pemberian batas jasa yang terbatas terhadap modal 
  5. Kemandirian 
  6. Pendidikan perkoperasian 
  7. Kerja sama antar koperasi



PEMBAHASAN

Koperasi pada awalnya merupakan bentuk perlawanan dari kegagalan sistem. Koperasi merupakan organisasi yang berbasis pada orang bukan berbasis pada modal. Keberadaan koperasi mendapat pengakuan resmi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa karena koperasi telah berkontribusi nyata dalam pembangunan sosial ekonomi masyarakat.
Di dunia ada dua macam model Koperasi. Pertama, adalah Koperasi yang dibina oleh pemerintah dalam kerangka sistem sosialis. Kedua, adalah Koperasi yang dibiarkan berkembang di pasar oleh masyarakat sendiri, tanpa bantuan pemerintah.
Di Indonesia terdapat koperasi yang Bung Hatta sendiri menganjurkan di dirikannya tiga macam Koperasi. Pertama, adalah Koperasi konsumsi yang terutama melayani kebutuhan kaum buruh dan pegawai maupun masyarakat. Kedua, adalah Koperasi produksi yang merupakan wadah kaum petani (termasuk peternak atau nelayan). Ketiga, adalah Koperasi simpan pinjam yang melayani pedagang kecil dan pengusaha kecil guna memenuhi kebutuhan modal.
Koperasi sebagai suatu sistem ekonomi, mempunyai kedudukan (politik) yang cukup kuat karena memiliki cantolan konstitusional, yaitu berpegang pada Pasal 33 UUD 1945 Ayat 1 yang menyebutkan bahwa Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Dalam Penjelasan UUD 1945 itu dikatakan bahwa badan usaha yang paling cocok dengan asas kekeluargaan itu adalah Koperasi. Sehingga dapat mengatasi masalah keterpurukan sumber daya lokal yang tersedia untuk memproduksi barang dan jasa yang dibutuhkan karena persaingan pasar bebas sistem kapitalisme dengan produk impor dan ketergantungan terhadap pihak asing serta kurang tertampungnya usaha-usaha yang belum mampu menembus mekanisme pasar pada era globalisasi.
Dengan terbaginya Koperasi menjadi beberapa macam maka jelaslah pengelompokan usaha-usaha yang mampu menampung para pengusaha pemula yang belum sanggup bersaing dalam pasar bebas serta dapat menggerakkan potensi-potensi yang dimiliki sumber daya lokal untuk mewujudkan perekonomian yang mensejahterakan masyarakat tanpa ada ketimpangan sosial dalam berbagai sektor baik barang maupun jasa.
Dengan koperasi perkembangan pembangunan ekonomi di desa yang masih jauh tertinggal dibandingkan dengan pembangunan ekonomi di perkotaan akibat makin terkonsentrasinya aliran investasi di perkotaan selama ini maka koperasi mengupayakan percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah perlu terus di dorong terutama pada wilayah strategis di pedesaan dalam suatu wilayah pengembangan ekonomi strategis dengan program pertumbuhan desa, danmenempatkan masyarakat di pedesaan tidak hanya sebagai objek pembangunan, namunbertumpu pada potensi ekonomi desa dalam suatu wilayah kecamatan dengan membentuk suatu jaringan sinergis, yang dikaji dan direncanakan secara partisipatif. Begitupun dalam realisasinya, dilakukan bersama-sama. Peran pemerintah hanya memberi dukungan, fasilitas, dan mediasi sesuai kebutuhan. Selain itu perlu faktor kunci yang penting dalam pengembangan dan pemberdayaan koperasi. Diantara faktor penting tersebut, antara lain:

  1. Pemahaman pengurus dan anggota akan jati diri koperasi (co-operative identity) yang antara lain dicitrakan oleh pengetahuan mereka terhadap tiga serangkai koperasi, yaitu pengertian koperasi (definition of co-operative), nilai-nilai koperasi (values of co-operative) dan prinsip-prinsip gerakan koperasi (principles of co-operative).
  2. Dalam menjalankan usahanya, pengurus koperasi harus mampu mengidentifikasi kebutuhan kolektif anggotanya (collective need of the member) dan memenuhi kebutuhan tersebut. Proses untuk menemukan kebutuhan kolektif anggota sifatnya kondisional dan lokal spesifik. 
  3. Kesungguhan kerja pengurus dan karyawan dalam mengelola koperasi. Disamping kerja keras, figur pengurus koperasi hendaknya dipilih orang yang amanah, jujur serta transparan. 
  4. Kegiatan koperasi bersinergi dengan aktifitas usaha anggotanya.

Untuk memaksimalkan peran koperasi sebagai penggerak ekonomi rakyat, perlu adanya strategi dan kebijakan sebagai pola pengembangan koperasi berkualitas, diantaranya dapat dilakukan dengan cara : 

  1. Sosialisasi pemahaman tentang koperasi yang lebih intensif. Pemerintah perlu mengembangkan pola pembinaan koperasi yang berkelanjutan, dengan konsep jangka menengah dan jangka panjang 
  2. Membangun jiwa-jiwa kewirausahawan kepada para pelaku gerakan koperasi, yakni suatu perilaku untuk menjalankan usaha secara bersama bersama 
  3. Diperlukannya campur tangan pemerintah, terutama melalui pengawasan kegiatan usaha koperasi secara periodik, berkesinambungan dan terus menerus 
  4. Model pembinaan koperasi dapat dilakukan dengan pengelompokan wilayah, umur koperasi dan kemampuan koperasi dalam menjalankan kegiatannya, sehingga nantinya akan diperoleh klasifikasi yang masih dibawah binaan atau koperasi yang sudah benar-benar mandiri 
  5. Perlu adanya limit batas perizinan operasional koperasi, sehingga bagi pihak pembina akan mengetahui benar berapa kuantitas dan kualitas koperasi yang ada.

Untuk menunjang keberhasilan strategi tersebut, diperlukan unsur-unsur berikut: 
  1. Upaya pengembangan tersebut sebaiknya dilakukan secara menyeluruh, terpadu, lintas sektor, dan sesuai dengan kondisi dan budaya lokal, karena tidak ada satu kebijakan yang sesuai untuk semua 
  2. Meningkatkan kesadaran dan kepedulian di kalangan semua pihak yang terkait, serta membangkitkan gairah mereka yang terlibat untuk mengambil peran yang sesuai agar tercipta rasa memiliki program 
  3. Menyediakan ruang gerak yang seluas-luasnya, bagi munculnya aneka inisiatif dan kreativitas masyarakat di berbagai tingkat. Dalam hal ini, pemerintah lebih berperan hanya sebagai inisiator dan pengawasan selanjutnya bertindak sebagai fasilitator dalam proses tersebut 
  4. Pemerintah dan pihak lainnya (Perguruan Tinggi, pengusaha, partai politik dan lembaga sosial keagamaan) dapat bergabung menjadi kekuatan yang saling mendukung 
  5. Mereka yang bertanggungjawab dalam menyusun anggaran belanja harus menyadari pentingnya pengembangan koperasi sehingga upaya ini ditempatkan dan mendapat prioritas utama dalam setiap program di setiap instansi. Dengan demikian, usaha menggerakkankoperasi menjadi gerakan dari, oleh dan untuk rakyat.


Sehingga dapat terwujud :

  1. Meningkatnya kemampuan SDM dalam memanfaatkan sumber daya alam melalui pemberdayaan pelaku usaha dalam pemanfaatan tekhnologi sesuai potensi yang dimiliki.
  2. Masyarakat tergerak dalam melakukan usaha produksi di bidang industri pengolahan/manufaktur yang bernilai tambah tinggi dan mampu berdaya saing.
  3. Meningkatan kualitas Sumber Daya Manusia yang berdaya saing kuat, terutama para pelaku usaha yang mengelola Koperasi.
  4. Terwujudnya keunggulan komoditas dan produktifitas berdaya saing tinggi berbasis masyarakat melalui pendekatan pembangunan agropolitan.
  5. Berkembangnya sistem perekonomian masyarakat yang ditandai dengan peningkatan pendapatan masyarakat dan peningkatan penunjang sarana prasarana penunjang ekonomi kerakyatan.

Contoh Bagaimana Peran Konkrit Koperasi Dalam Perekonomian
Mengapa koperasi dikatakan memberi pengaruh terhadap perkonomian Indonesia? Dapat diambil contoh peristiwa krisis moneter  pada pertengahan tahun 1997, koperasi telah terbukti ketangguhannya. Koperasi, khususnya para pengusaha kecil tetap masih dapat bertahan dengan krisis yang terjadi. Berbeda dengan perusahaan yang mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya, saat krisis moneter meyebabkan perusahaan besar dan perbankan tutup karena dilikuidasi dan terpengaruh oleh naiknya valuta asing. Koperasi di Indonesia berfungsi sebagai badan usaha yang mempunyai azas kekeluargaan dan mengutamakan kesejahteraan anggotanya, tidak hanya selalu mencari keuntungan saja. Dengan adanya koperasi anggota yang membutuhkan kebutuhan pokok dapat membeli di koperasi dengan harga yang lebih murah. Anggota yang membutuhkan pinjaman modal usaha dapat meminjam di koperasi. Dengan demikian para anggota dapat terbebas dari rentenir yang meminjamkan uang dengan bunga sangat tinggi.


PENUTUP
KESIMPILAN

Koperasi dibentuk, dibangun dan dikembangkan serta mempunyai tujuan untuk mensejahterakan oleh dan untuk anggotanya. walaupun koperasi menjadi beragam, itu hanya pada kegiatan keseharian sebagai akibat dari karakter masyarakat kita yang beragam. Dan upaya pengembangan koperasi sebagai penggerak sumber daya ekonomi akan dapat tercapai apabila semua unsur yang terlibat dalam gerakan koperasi benar-benar dapat memahami apa itu koperasisehingga mampu bersaing dalam era globalisasi pada persaingan pasar bebas. Persoalan kegagalan dalam pengembangan koperasi sebagai penggerak sumber daya ekonomi perlu dukungan dan partisipasi dari semua orang yang peduli koperasi dalam bentuk perbuatan yang tidak hanya teori saja. Perlu adanya pola pembinaan yang bersifat jangka menengah dan jangka panjang.



SARAN

Perlunya kesadaran yang tinggi mengembangkan usaha koperasi sebagai penggerak sumber daya ekonomi dengan asas kekeluargaan dan berlandaskan Pancasila serta UUD 1945 untuk lebih mensejahterakan masyarakat dalam bidang ekonomi tanpa adanya ketimpangan sosial.
Dan Pembelajaran Perkoperasian Indonesia dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi, maupun di masyarakat, perlu disesuaikan dengan karakter dan kondisi

SUMBER



Kamis, 18 Juni 2015

Dialy activity - tugas 3 bahasa inggris 2 - softtskill


DIALY ACTIVITY






Disusun Oleh:


Nama       : Amer azzizu rahman ( 10214956 )
Kelas       : 1EA35
Jurusan    : MANAJEMEN
Fakultas   : EKONOMI

Dialy activity

I always get up at 5 am every morning. I press the snooze button three times every morning before I turn off the alarm on my handphone and wake up. I have a cup of tea and have breakfast. I usually watch television while I have breakfast. My brother like to take a bath after they have breakfast but I like to take a bath before I have breakfast. My mom usually brushes her hair and wear a veil. I have short hair so I don’t need to comb my hair.
After I have finished lecture, I go home to have dinner but sometimes i likes eating out. In my house we usually make dinner. The family eat dinner together at 6:30 pm. After dinner I make sure that my brother study and do their homework, and then I relax on the sofa and watch television. On television I usually watch the funny programs. My mom usually comes to tell me to wash the dishes or throw the rubbish. My brother feed the cat and hamster before they go to bed and I tell him to go to the bathroom first. He sleeps without a pillow and If we are sick we have to take our medication. Before sleeping, I always wear my pajamas and set the alarm so I get up early in the morning. The last things I do is locked the gate and the door, check my brother and my mom and go to bed.

Selasa, 28 April 2015

Dialogue question tag - tugas 2 bahasa inggris 2 softtskill

DIALOGUE QUESTION TAG








Disusun Oleh:


Nama       : Amer azzizu rahman ( 10214956 )
Kelas       : 1EA35
Jurusan    : MANAJEMEN
Fakultas   : EKONOMI


Dialogue question tag

Situation : Amer is walking in the park of university Indonesia and meet rayna was reading a book economics and many more.

Amer  : Hay rayna , why don’t you go to the canteen ?
Rayna : hay amer , hmm , I’m not interesting about canteen , moreover next meeting there is quiz about economy , isn’t right ? so I chose in here learn economy.
Amer : ya ya ya I know you , you must learn and be the best again in the class , don’t you ? hehe
Rayna : yeah you right amer , I really loved economy and insyaallah I’ll be minister of economy in the future.
Amer : Amin ya rab , I hope you can get what you want.
Rayna : amin thanks amer , do you like economy , don’t you ?
Amer : you wrong about me , I take a economy calss not mean I like economy , but i Ioved management , for me that is awesome , isn’t I ? what do you think about management ?
Rayna : wow , sory if I wrong , hmm for me management awesome too , you know in management there is marketing , and that’s make me happy , we learn how we speaking with the others and make them happy , and I think that’s a good moment.
Amer : yaps you right rayna , soon entered class rayna , we must go to the class , don’t we ?
Rayna : okay amer.